Strawberry

BTemplates.com

Senin, 09 Oktober 2023

kue arem-arem


 AREM-AREM

dalah panganan berupa nasi yang berisi sayuran atau sambal goreng, kemudian dibungkus dengan daun pisang. Arem-arem populer sebagai makanan pengganti sarapan juga termasuk jajanan pasar yang digemari masyarakat.

Dari segi penampilan, arem-arem serupa dengan lemper, tetapi biasanya memiliki ukuran lebih besar daripada lemper. Arem-arem merupakan jajanan khas dari KebumenJawa Tengah yang juga dapat ditemukan di YogyakartaSoloTegal dan daerah lain di Jawa terutama Jawa Tengah.

Arem-arem memiliki perbedaan dengan Lemper. Perbedaan tersebut terlihat dari berbagai segi, seperti:

Dari segi bahan, arem-arem dibuat menggunakan beras putih, sedangkan lemper dibuat menggunakan beras ketan.

Dari segi isian, arem-arem berisi potongan wortel, kentang, tumisan ayam atau bahkan sambal goreng tempe karena isian arem-arem lebih sederhana sedangkan lemper berisikan ayam suwir yang sudah ditumis.

Dari cara membuat, arem-arem dikukus setelah diberi isian, sedangkan lemper tidak.

Selain disajikan sebagai menu untuk sarapan pagi, arem-arem juga sering dijadikan sebagai bekal oleh  para petani. Arem-arem sangat praktis dibawa kemana-mana, sehingga banyak petani yang menjadikan arem-arem sebagai bekal dikala terasa lapar saat bekerja di sawah namun belum bisa pulang untuk makan siang di rumah.

Arem-arem Tidak Sama dengan Lemper

Seringkali masih banyak orang yang keliru dengan arem-arem dan lemper karena keduanya tampak sama seperti kembaran. Namun, lemper dan arem-arem tidak sama, dari segi bahan baku pembuatannya saja sudah berbeda. Arem-arem terbuat dari bahan utama beras putih, sementara lemper terbuat dari beras ketan.

Perbedaan bahan yang digunakan tentu saja membuat cita rasa keduanya berbeda, kalau dari segi tampilan tampak arem-arem memiliki ukuran yang lebih besar daripada lemper.

Perbedaan bahan yang digunakan tentu saja membuat cita rasa keduanya berbeda, kalau dari segi tampilan tampak arem-arem memiliki ukuran yang lebih besar daripada lemper.

CARA MEMBUAT AREM-AREM

Dalam pembuatannya, isi arem-arem yang biasanya adalah sambal goreng dibuat terlebih dahulu. Selanjutnya, beras dimasak setengah matang. Nasi setengah matang ditata di atas selembar daun pisang yang sebelumnya sudah dilayukan dengan cara dipanaskan sebentar. Isi ditaruh di atas nasi, lalu digulung di dalam nasi. Kemudian dikukus hingga matang. Ada variasi yang membungkus gulungan nasi dengan semacam telur dadar tipis sebelum dibungkus daun pisang.


kue naga sari


ASAL-USUL NAGASARI

Konon, kue basah ini berasal dari daerah penghasil beras terbesar di Jawa Barat – indramayu. Meskipun demikian, kue ini masih banyak ditemui di berbagai daerah di Pulau jawa. Kue nagasari terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula, kemudian diisi dengan pisang lalu dibalut dengan daun pisang.

Naga sari atau juga yang lebih dikenal dengan kue nagasari, merupakan salah satu panganan tradisional yang cukup popular. Setelah matang, adonan nagasari dibalut dengan selembar daun pisang yang memberikan aroma alami yang khas dan memberikan citarasa yang unik pada kue ini.

Makna dan Filosofi Makanan Jawa: Nagasari Lambang Ketulusan Hati

Makna dan filosofi kue nagasari atau nogosari ini bukan berasal dari bahan bakunya, tetapi dari namanya.

Naga yang berarti hewan legenda yang menjadi lambang kehormatan di Cina, dan sari yang diibaratkan sebagai isi dari suatu benda.

Jika digabungkan akan memiliki makna isi dari suatu benda yang melambangkan kehormatan. Maksudnya, dari apa yang dilakukan oleh seseorang yang terpenting adalah isi utama dari suatu benda yang dianggap terhormat.

Artinya, ketika seseorang melakukan suatu kebaikan harus diiringi juga dengan ketulusan hati supaya diberkahi oleh Tuhan.

BAHAN-BAHAN

250 g tepung beras
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan, ikat
100 g gula pasir
1 liter santan kelapa sedang
5 buah pisang kepok atau1 buah pisang tanduk
daun pisang, potong 20x20 cm untuk bungkus
Cara Membuat Nagasari Tepung Beras :
Kukus pisang kepok atau pisang tanduk hingga matang. Angkat dan dinginkan. Potong menyerong 1 cm. Sisihkan.
Ambil setengah bagian santan, aduk dengan tepung beras hingga larut.

Panaskan sisa santan dalam panci bersama gula pasir, daun pandan dan garam hingga panas.
Tuangkan larutan tepung beras dan aduk-aduk hingga menjadi adonan yang kental dan mendidih. Matikan api.
Ambil selembar daun pisang, olesi sedikit minyak di bagian tengahnya.
taruh 1 sendok makan penuh adonan tepung beras di bagian tengah, ratakan.
Taruh sepotong pisang kukus di tengahnya, beri sedikit adonan di atasnya.
Gulung lalu lipat kedua ujungnya hingga rapi.
Susun di dalam kukusan yang sudah dipanaskan dan kukus selama 30 menit.
Angkat dan dinginkan.

tape singkong


TAPE SINGKONG

Tapai adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi. Di Indonesia dan negara-negara tetangganya, substrat ini biasanya beras ketan dan umbi singkong. Ragi untuk fermentasi tapai merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur), seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, dan Pediococcus sp. tetapi tidak tertutup kemungkinan jenis lain juga terlibat. Tapai hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi S. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket. Produksi tapai biasanya dilakukan oleh industri mikro, kecil, dan menengah.

Makanan tradisional ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat dan Banten, tapai singkong dikenal sebagai peuyeum dalam bahasa Sunda. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tapai singkong dikenal sebagai kenyas dalam bahasa Jawa

Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Pada dasarnya tapai adalah makanan matang setelah melalui proses kukus atau rebus. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa, yang basah dan lunak; dan tapai kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan. Tapai kering populer di daerah Priangan utara (Purwakarta dan Subang), dan dikenal sebagai buah tangan khas dari daerah ini (dikenal sebagai peuyeum gantung, karena diperdagangkan dengan digantung.). Pusat penghasil tapai yang lainnya adalah Bondowoso, Jawa Timur.

Sebagian besar tapai dibuat dari fermentasi beras ketan (Oryza sativa) atau singkong (Manihot esculenta). Masyarakat Sunda lebih mengenal tapai singkong dengan sebutan peuyeum, sedangkan masyarakat Jawa Timur lebih sering menyebutnya tape puhung untuk tapai dari singkong dan tape ketan untuk tapai dari ketan. Orang Banyumas menyebutnya tapè budin atau kenyas. Tapai ketan dikenal di kawasan Asia, terutama Asia Tenggara, dengan nama lokal yang berbeda-beda: tapai pulut (Malaysia), basi binubran (Filipina), chao (Kamboja), lao-chao Hanzi: 醪糟; Pinyin: láozāo; Jyutping: lou4zou1 atau chiu niang (Tiongkok), dan khao-mak (Thailand).

JENIS-JENIS TAPAI

1.    Tapai singkong, yakni tape yang terbuat dari bahan dasar singkong. Jenis tapai ini biasanya dibuat untuk dijual, kebanyakan berupa industri rumah tangga. Tapai singkong yang populer berasal dari daerah Bandung (banyak dijajakan di Jalan Raya Padalarang di wilayah Cipatat), dan jika di Jawa Timur, dari daerah Bondowoso.

2.    Tapai ketan atau tapai pulut, yakni yang terbuat dari beras ketan (beras pulut), baik dari ketan putih maupun ketan hitam. Di banyak daerah di Jawa, tapai ini biasa dibuat sendiri di rumah-rumah, terutama sebagai persediaan penganan di saat Lebaran. Namun, tapai ini pun acap dijajakan oleh pedagang keliling di Jawa Barat (tapai ketan hitam, dalam kombinasi dengan uli sebagai tape uli); atau dalam kemasan kecil-kecil, tapai ketan putih terbungkus daun (jambu air atau waru) di pasar lokal di Kuningan dan Pangandaran. Tapai ketan dari Kuningan bahkan telah dikemas secara modern dengan kardus.

3.    Tapai pisang, yakni tape yang terbuat dari bahan buah pisang. tidak semua jenis pisang dapat digunakan sebagai bahan dasar tape. Syarat pisang yang digunakan harus mempunyai kadar pati yang sangat tinggi. Saat ini pisang kepok dipilih sebagai bahan dasar tape, dikarenakan kandungan pati yang terkandung lebih besar dibandingkan dengan jenis pisang plantain lainnya.

NUTRISI TAPE SINGKONG

Menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI)) dalam 100 gram tape singkong memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut ini:

173 kalori

0,5 gram protein

0,1 gram lemak

42,5 gram karbohidrat

30 gram kalsium

56 gram air
30 milligram fosfor

PEMBUATAN TAPE SINGKONG DENGAN MUDAH

Cara membuat tape singkong sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.

Tape singkong adalah salah satu camilan tradisional yang cukup populer, khususnya di pulau Jawa.

Tape dibuat dari proses fermentasi bahan berkarbohidrat dengan ragi.

Selain singkong, bahan baku tape bisa berasal dari ubi, ketan, hingga pisang. Moms bisa memilihnya sesuai selera.

Proses fermentasi adalah tahapan paling penting dari cara membuat tape singkong.

Kunci dari cara membuat tape singkong adalah penggunaan ragi, terutama Saccharomyces cerevisiae dan sejumlah jenis ragi lainnya.

Cara membuat tape singkong pada umumnya memakan waktu 2 hingga 3 hari lamanya.

 

Kamis, 05 Oktober 2023

rujak kuah pindang


 RUJAK KUAH PINDANG

Rujak Kuah Pindang adalah salah satu jenis rujak khas dan populer di Bali. Rujak ini berisi kombinasi dari beberapa buah-buahan segar yang hampir mirip dengan rujak manis atau rujak gula. Contoh buah yang digunakan mirip dengan rujak gula seperti manggabengkuangpepayananaskedondongmentimunbelimbing, dan lain-lain. Buah-buahan ini dikupas kemudian dipotong kecil-kecil. Namun, yang membedakannya dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yakni kaldu yang terbuat dari ikangaramterasi, dan cabai. Semua bahan pelengkap itu digiling sampai lembut dan menjadi kaldu. Ketika pembuatan rujak ini tidak diberikan air lagi karena akan dicampur kuah pindang (kaldu ikan pindang) tersebut.

Rujak Kuah Pindang ini biasanya dijual di setiap sudut Provinsi Bali, tidak berehenti sampai disitu, Rujak Kuah Pindang ini menjadi kudapan para wisatawan yang berkunjung ke Bali, tidak hanya warga local Bali saja yang boleh mrasakan kenikmatan Rujak Kuah Pindang ini namun semua orang juga bisa seperti touris asing ataupu touris lokal.

Rujak Kuah Pindang ini berbeda dengan rujak-rujak pada umumnya, karena di setiap isian rujak Kuah Pindang Ini terdapat buah-buahan segar dan sayur-sayur an tergantung si pembuatnya.

BAHAN-BAHAN :

·       2 buah jambu air merah

·       1 buah mangga muda

·       1 buah bengkoang

·       1 buah timun

·       1 sdt terasi

·       2 biji cabe merah

·       secukupnya garam

·       1 sdt gula merah/gula pasir biasa (pilih salah satu)

·       secukupnya asam jawa

·       1 gelas blimbing kuah rebusan ikan tuna

·       1 helai serai

·       1 helai daun salam

CARA MEMBUAT LANGKAH 1:

·       Kuah pindang: Lumuri ikan tuna dengan garam. Diamkan hingga meresap. Panaskan air, masukkan ikan, serai, dan daun salam. Rebus hingga ikan matang dan kuahnya keruh (± 20 menit). Angkat. Saring kaldu.

·       Langkah 2

·       Potong semua buah2an dengan pisau bergelombang

·       Langkah 3

·       Uleg halus terasi, cabe, gula merah, asam jawa dan garam kemudian tuangkan kuah rebusan tuna sedikit demi sedikit, koreksi rasa

·       Langkah 4

·       Siramkan kuah yg sudah dicampur tadi diatas buah2an yg sudah dipotong, rujak kuah pindang siap dimakan

dodol jenang


DODOL/JENANG

Dodol/Jenang adalah penganan yang dibuat dari tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah, kadang-kadang dicampur dengan buah-buahan, seperti durian, sirsak dibungkus daun, kertas, dan sebagainya.

Banyak sebutan yang identik dengan dodol, seperti Nian Gao atau Kue Keranjang, Wajit, Jenang, Lempok, Gelinak, dan beragam nama lain di berbagai daerah di Indonesia.

PERBEDAAN DODOL DAN JENANG

Jenang dan dodol sebenarnya memiliki bahan yang sama. Hanya saja perbedaan antara jenang dan dodol terletak pada teksturnya. Tekstur dodol lebih kering karena menggunakan lemak hewani, sedangkan jenang teksturnya lebih lembut. Berdasarkan sejarah, jenang merupakan makanan para raja di Kabupaten Kudus.

Setiap daerah memiliki sejarahnya masing-masing. Namun, di tatar Sunda sejarah dodol berawal dari seorang wanita pribumi yang bekerja untuk noni Belanda. Kemudian ia diperintahkan untuk membuat sebuah makanan manis. Lalu ia-pun membuat makanan manis yang terbuat dari beras ketan, santan dan gula.

Jika Garut terkenal dengan dodol, maka di Kudus kita mengenal panganan serupa dengan nama jenang. Jenang adalah makanan khas kota berjuluk Kota Kretek. Berbahan dasar tepung beras ketan, gula pasir, gula kelapa, santan, dan lemak nabati, jenang memiliki rasa manis.

¨    Dodol ini sangat terkenal sebagai oleh -oleh khas Garut. Cara membuatnya juga sederhana dan gampang dicoba. 

¨    Bahan

-         Siapkan 1 kg tepung ketan dari beras ketan.

-         2 sendok makan santan cair.

-         2 kg gula merah, iris-iris halus.

-         2 ons gula

-         5 buah kelapa (santan kental).

-         Garam dan minyak goreng secukupnya.

¨    Cara Membuat :

-         Langkah pertama, campur tepung beras ketan, irisan gula merah, santan cair, dan sedikit garam. Rebus hingga kental.

-         Kemudian, tuang santan kental dan gula pasir. Masak hingga kental, sekitar 3,5 jam.

-         Setelah itu, tuang adonan di atas tampah besar yang telah diberi kertas minyak. Olesi adonan dengan minyak goreng hingga rata, dinginkan.

-         Terakhir gulung adonan hingga bulat atau dipotong bentuk dodol sesuai selera, dodol siap disajikan.

 

·       Bahan-bahan

·       250 gr tepung ketan

·       100 gr tepung beras

·       350 gr gula merah

·       500 ml santan

·       Wijen

·       Air secukupnya

 

·       Cara membuat:

·       Sangrai wijen dengan api sedang cenderung kecil, lalu sisihkan.

·       Campurkan tepung ketan dan tepung beras, sangrai dengan api sedang cenderung kecil sampai teksturnya ringan.

·       Serut gula merah dan tambahkan kurang lebih 200 ml air, dan masak sampai gula bertekstur cair, lalu saring dan biarkan di suhu ruangan.

·       Campur bahan tepung dan santan lalu aduk rata.

·       Saring adonan, dan tempatkan di teflon anti lengket, lalu masukkan gula merah yang sudah disaring tadi, dan masak dengan api sedang.

·       Aduk adonan terus menerus hingga teksturnya mengental dan lanjutkan dengan menanaknya kurang lebih 40 - 50 menit.

·       Alasi besek dengan plastik yang sudah diolesi minyak tipis² dan tuangkan jenang ke dalam besek. Ratakan permukaan atas jenang dan taburi dengan wijen yang sudah disangrai tadi.

·       Dinginkan jenang, setelah itu jenang ketan gula merah siap disantap.

sawut singkong


 SAWUT SINGKONG

Sawut merupakan kudapan khas Kabupaten Temanggung yang bahan dasarnya berasal dari singkong.sawut berasal dari kata dalam Bahasa Jawa, yaitu Mawut atau berantakan.

Sawut dikenali bernama Pasrah karena pembikinannya diparut kasar dan umumnya jajan ini semakin lebih nikmat jika bersanding dengan satu cangkir kopi atau teh hangat. Sawut atau Pasrah adalah jajan pasar yang berasal dari Yogyakarta dan makanan ini dibuat hasil dari parutan singkong yang digabung dengan gula Jawa selanjutnya dikukus

Untuk membikin Sawut ini sebetulnya tidak susah, selain bahan singkong gampang didapat pembuatan sampai jadi jajan juga tidak terlampau susah.

Singkong ukuran besar, dapat satu atau dua bergantung keperluan, Gula merah (seperlunya) atau umum orang mengatakan dengan Gula Jawa selanjutnya Gula pasir, Garam.

Untuk proses pengerjaannya, awalnya, kupas dan bersihkan singkong memakai air mengucur sampai bersih, lalu parut singkong memakai alat dan beri garam lalu aduk rata, kemudian persiapkan alat yang lain Kukus singkong yang sudah dikasih garam 20-30 menit hingga masak dan tempat lainnya campurkan gula merah dan bawang putih.

PELUANG BERJUALAN SAWUT SINGKONG

Mayoritas orang Temanggung Jawa Tengah sering kali berjualan sawut singkong, tidak banyak orang tau tentang makanan sawut singkong ini, akan tetapi makanan ini menjadi daya tarik orang-orang yang belum pernah mencoba makanan dari singkong parut yang di guyur dengan saos gula merah atau sering kali orang Temanggung menyebutnya gula merah/gula jawa.


getuk lindri


GETUK LINDRI

ASAL-USUL GETUK LINDRI

Di desa Karet, Magelang, tepatnya pada suatu hari, seorang bernama Ali Mohtar memiliki gagasan brilian untuk menciptakan hidangan lezat dari singkong. Ia mengukus singkong, menghaluskannya dengan gula, dan terciptalah Gethuk Lindri.

Gethuk lindri , terbuat dari bahan singkong yang sudah direbus, kemudian digiling halus bersamaan dengan gula pasir, kemudian dibubuhi pewarna panganan dan vanili, dan selanjutnya dicetak dengan bentuk memanjang dan dipotong kecil-kecil. Jajanan ini berasal dari Magelang, Jawa Tengah.

Mengapa disebut getuk Lindri?

nama Getuk Lindri konon berasal dari suara atau bunyi tuk-tuk yang berulang saat menumbuk singkong setelah direbus. Hal itu bermula dari nama alat penggulung makanan itu sendiri yang dinamakan Lindri.

Resep untuk membuat getuk lindri kita harus menyiapkan bahan-bahan  sebagai berikut ;

BAHAN

·       1 kg singkong, bersihkan, potong 4 cm

·       100 g kelapa parut setengah tua, kukus

·       100 g gula pasir

·       3 sdm margarin

·       ½ sdt ekstrak vanilla

·       ¾ sdt pasta stroberi

·       ¾ sdt pasta pandan

 

TABURAN, KUKUS SEBENTAR:

·       100 g kelapa parut setengah tua

·       ½ sdt garam